
Sering lepasnya barikade ban yang dipasang di Dam Tambak Kemangi, Tonatan, membuat pusing Kelompok Peduli Sungai (KPS) setempat. Padahal barikade itu dipasang untuk menjaring dan mengumpulkan sampah yang hanyut agar tidak terbawa arus.
Namun, diduga ada tangan-tangan jahil yang sengaja melepas barikade tersebut tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, sampah berhamburan dan terbawa arus hingga ke area pertanian. Sampah yang didominasi plastik dan popok bayi itu dipastikan mencemari lahan.
Ketua Sekretariat Bersama KPS, Adi, menyebutkan sudah empat kali barikade dilepas. “Kami mulai berpikir jangka panjang dengan mengusulkan bantuan berupa trash barrier,” ungkapnya.
KPS sebenarnya sudah pernah mengajukan bantuan ke bupati dan diarahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, karena keterbatasan anggaran, usulan itu hingga kini belum masuk daftar prioritas. Padahal, harga floating trash barrier untuk menghadang sampah dari hulu agar lebih mudah dibersihkan hanya sekitar Rp6 juta.



