
Pemkab Ponorogo menargetkan Predikat Swasti Saba Wistara pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat (Foto/Yudi)
Pemkab Ponorogo menargetkan Predikat Swasti Saba Wistara pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Hal itu dilakukan setelah pada tahun 2023 lalu, Bumi Reog hanya diganjar penghargaan Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, mengakui bahwa predikat yang diraih Ponorogo pada penilaian KKS sempat turun dari Swasti Saba Wistara ke Wiwerda. Karena itu, Pemkab bertekad untuk kembali meraih predikat tertinggi tersebut.
Pihaknya berupaya dengan menggenjot capaian indikator yang sebelumnya dinilai masih kurang oleh tim verifikator. Kang Giri mengungkapkan, ada sembilan aspek atau instrumen pencapaian yang harus dipenuhi dalam penilaian KKS dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Sembilan aspek tersebut meliputi, Kehidupan masyarakat sehat mandiri, Permukiman dan fasilitas umum, Satuan pendidikan, Pasar, Perkantoran dan perindustrian, Pariwisata, Transportasi dan tertib lalu lintas jalan, Perlindungan sosial, Pencegahan dan penanggulangan bencana. Bupati mengajak masyarakat untuk mendukung penilaian KKS, sehingga predikat Swasti Saba Wistara bisa kembali diraih Ponorogo.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ponorogo, Agus Sugiharto, mengungkapkan bahwa Pemkab tengah menyiapkan berbagai dokumen menuju penilaian KKS dari Kemenkes RI. Tahun ini, indikator penilaian di masing-masing aspek bertambah.
Menurut Ugin sapaan akrabnya, penilaian KKS telah melalui proses panjang. Pemkab Ponorogo sebelumnya telah melakukan penilaian mandiri dari sembilan aspek di 16 OPD. Hasilnya, ada beberapa indikator yang belum mendapat nilai 100.
Ugin menjelaskan, indikator yang masih perlu digenjot antara lain aspek kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, pariwisata, serta pencegahan dan penanggulangan bencana. Pemkab segera melengkapi kekurangan dokumen yang menjadi indikator penilaian.



