
Sejumlah hotel di Ponorogo mengambil sikap hati-hati terkait polemik royalti lagu. Mereka sementara tidak memutar lagu Indonesia di tempat usahanya dan memilih memutar gending Jawa serta musik Panoragan.
Pengelola Hotel Maesa, Hadi Prayitno, mengatakan untuk restoran pihaknya memang sempat menggunakan aplikasi berbayar untuk memutar lagu. Namun, sejak muncul polemik royalti lagu, pihaknya menghentikan sementara pemutaran lagu tersebut.
“Untuk di hotel, kami sudah lama menggunakan nuansa Panoragan. Pasalnya, pada 2024 lalu kami mendapat pemberitahuan dari pejabat di kementerian yang kebetulan menginap di sini, agar hati-hati memutar lagu karena harus membayar royalti jika lagu itu digunakan untuk bisnis,” jelasnya.
Sejak saat itu, pihaknya mengganti pemutaran lagu dengan musik bernuansa Reog Ponorogo. Menurutnya, musik tersebut justru lebih cocok dengan konsep hotel yang dikelolanya.
Hadi menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari pusat terkait pemutaran lagu yang akan dikenakan royalti.



