
Pengunjung Taman Klono Sewandono dibuat “ngelus dada” melihat kondisi sarana bermain anak yang rusak parah. Hampir seluruh wahana, mulai ayunan, perosotan, komidi putar, hingga jungkat-jungkit, tidak lagi layak digunakan.
Kondisi ini membuat orang tua yang membawa anaknya hanya bisa duduk-duduk di sekitar taman. Kalaupun ada yang nekat memanfaatkan permainan tersebut, mereka harus ekstra hati-hati demi keselamatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Marjono, mengakui kerusakan fasilitas tersebut.
“Memang kondisinya rusak, bukan hanya permainan anak-anak, tapi juga banyak lampu taman yang mati. Paving di tengah taman juga ambrol,” ungkapnya, Selasa (12/8/2025).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan inventarisasi kerusakan dan mengajukan anggaran perbaikan ke pemerintah daerah. Namun, usulan tersebut belum disetujui karena ada prioritas lain.
“Kami sudah ajukan anggarannya, tapi memang belum disetujui. Saat ini kami hanya bisa merapikan taman dari sisi kebersihan,” jelasnya.
Marjono menambahkan, dua pekan lalu pihaknya bersama Wakil Bupati Lisdyarita sudah melakukan kerja bakti membersihkan taman.
“Kerja bakti sudah kami lakukan, tapi untuk perbaikan total tetap menunggu anggaran,” pungkasnya.



