
Nasib malang menimpa Mbah Sarinem (73), warga RT 02 RW 01, Dukuh Suki, Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Ia menjadi korban penipuan dan pencurian yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas survei bantuan sosial (bansos), Kamis siang, 31 Juli 2025, sekitar pukul 13.15 WIB.
Kedua pelaku datang dengan mengendarai mobil Avanza warna silver dan bertamu ke rumah Mbah Sarinem. Mereka berpura-pura menanyakan soal bantuan sosial senilai Rp600 ribu.
“Dua orang itu datang dan menanyakan apakah korban sudah menerima bansos. Mereka pura-pura menjadi petugas survei, lalu bertanya uangnya digunakan untuk apa,” jelas Kapolsek Bungkal, Iptu Anwar Fatoni, Jumat (1/8/2025).
Karena percaya, korban dengan polos menunjukkan perhiasan miliknya yang disebutnya dibeli dari uang bansos. Pelaku kemudian menjanjikan bahwa Mbah Sarinem akan menerima bantuan tambahan sebesar Rp600 ribu selama enam kali ke depan.
“Korban lugu, percaya begitu saja karena dijanjikan akan mendapat bantuan lagi. Akhirnya semua perhiasan ditunjukkan ke mereka,” tambah Iptu Anwar.
Setelah melihat perhiasan, pelaku meminta korban untuk mengambil minuman ke dapur. Saat korban pergi, para pelaku langsung membawa kabur perhiasan yang berada dalam kotak di pojok ruang tamu.
“Begitu korban kembali dari dapur, tamunya sudah tidak ada. Korban langsung berteriak histeris hingga tetangganya berdatangan,” ujarnya.
Adapun perhiasan yang dibawa kabur terdiri dari dua kalung seberat total 12 gram, dua gelang 11 gram, dan tujuh cincin dengan berat rata-rata 2–3 gram. Total kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta.
Usai kejadian, tetangga korban segera melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Polsek Bungkal saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Kami sudah menerima laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan. Kami juga sedang menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku,” pungkas Iptu Anwar.



