
Tanah longsor terjadi di Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, setelah sebuah pipa saluran air milik warga pecah dan memicu longsornya tebing setinggi 5 meter dengan panjang 5 meter. Akibatnya, tembok rumah milik Tohari, warga RT 02 RW 02 Dukuh Tosari, jebol pada Sabtu pekan lalu.
Menurut Hadi Susanto dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo, longsor terjadi tepat di belakang rumah korban dan menimpa bagian dapur serta kamar tidur. “Tebing di belakang rumah longsor dan menimpa tembok rumah bagian belakang,” ungkap Hadi.
Penyebab longsor diduga kuat akibat pecahnya pipa saluran air berukuran 1 inci milik warga yang melewati tebing tersebut. Air yang merembes membuat tanah menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tembok rumah bagian belakang mengalami kerusakan cukup parah dengan panjang 2 meter dan tinggi 2 meter,” jelasnya.
Pascakejadian, warga bersama petugas gabungan langsung melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Selain itu, perbaikan terhadap pipa yang pecah juga telah dilakukan oleh warga.
Karena kondisi tanah masih labil dan rawan longsor susulan, BPBD Ponorogo memberikan bantuan tanggap darurat kepada keluarga Tohari serta mengimbau agar tetap waspada.
“Kami minta pemilik rumah selalu siaga, karena kemungkinan longsor susulan masih ada, mengingat struktur tanah di lokasi cukup rentan,” pungkas Hadi.



