
Serangan hama wereng di Ponorogo kian mengkhawatirkan. Jika sebelumnya hanya tercatat 27,5 hektare sawah yang terdampak, kini luasannya melonjak drastis menjadi 89,79 hektare. Hama ini menyebar di sejumlah kecamatan, dengan sekitar 2,6 hektare lahan dipastikan mengalami puso atau gagal panen total.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Ponorogo, Suwarni, membenarkan bahwa serangan wereng meluas dibanding sebelumnya. Hingga kemarin, lahan terdampak mencakup 75 hektare sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang, dan 2,6 hektare tak lagi bisa diselamatkan.
“Serangan wereng menyebar sangat cepat. Kami sudah mendistribusikan bantuan 300 liter pestisida untuk membantu pengendalian. Petugas juga kami terjunkan ke lapangan untuk mendampingi petani melakukan pengendalian serentak,” jelas Suwarni.
Ia menambahkan, peningkatan populasi wereng dipicu oleh kondisi cuaca yang tak menentu, yakni panas dan hujan yang datang silih berganti. Meski demikian, Suwarni memastikan serangan hama ini belum sampai mengganggu stok pangan daerah, mengingat luas tanam di Ponorogo tiap musim mencapai sekitar 30 ribu hektare.



