
Benang layang-layang kembali memakan korban. Kali ini menimpa Latif, warga Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo, yang mengalami luka di leher dan tangan akibat terjerat benang tajam saat berkendara.
Kepada Gema Surya, Latif menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya dan meninggalkan trauma mendalam. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Latif sedang mengendarai motor Honda Scoopy dari arah selatan menuju utara, melintasi jalan barat Alon-Alon, tepatnya di depan Masjid Agung Ponorogo.
“Tiba-tiba laju motor saya seperti tertahan. Leher terasa seperti dicekik. Begitu saya raba, ternyata ada benang yang melilit,” ujar Latif.
Meski sempat terseret dan jatuh ke aspal, ia bersyukur karena saat itu kondisi jalan sedang sepi, sehingga tidak ada kendaraan lain di belakangnya. Namun, beberapa bagian tubuhnya mengalami luka dan kejadian itu membuatnya syok.
“Bayangkan kalau saat itu saya melaju dengan kecepatan tinggi, bisa saja leher saya terluka parah atau bahkan terjatuh dan terlindas kendaraan lain,” tambahnya.
Atas kejadian ini, Latif berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo segera melakukan pembersihan di area-area perkotaan, khususnya lokasi lapang yang kerap digunakan untuk bermain layang-layang. Ia memahami bahwa melarang sepenuhnya aktivitas bermain layang-layang mungkin sulit, namun keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian utama.



