
Menjelang perayaan Grebeg Suro 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) melakukan pengecatan ulang panggung utama di Alun-Alun Ponorogo. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini panggung utama tampil dengan warna putih.
Kepala Disbudparpora Pemkab Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan bahwa pengecatan ulang ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Grebeg Suro 2025 yang mengusung konsep kolaborasi antara unsur tradisional dan modern.
“Kami cat ulang dengan warna putih karena tahun ini Grebeg Suro menggabungkan antara yang kuno dan kini. Warna putih akan menjadi latar yang baik untuk video mapping dan teknologi yang akan ditampilkan di panggung utama,” jelas Judha.
Ia menambahkan bahwa unsur kuno merujuk pada rangkaian tradisi seperti tahun-tahun sebelumnya, sementara kini merepresentasikan inovasi teknologi visual yang akan digunakan selama pertunjukan.
“Kalau yang kuno itu ya seperti Festival Reog Remaja (FRR) dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP). Nah, yang kini itu seperti teknologi video mapping yang nanti diproyeksikan ke panggung utama. Warna putih ini akan memperjelas tampilan visualnya,” lanjutnya.
Dengan perpaduan antara budaya dan teknologi, Judha berharap perayaan Grebeg Suro 2025 akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dan tidak terasa monoton.
“Harapannya, dengan sentuhan modern, perayaan kali ini bisa lebih menarik bagi generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi,” pungkasnya.
Perayaan Grebeg Suro 2025 dijadwalkan berlangsung awal Juli mendatang dengan berbagai agenda budaya yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.



