
Dua pelajar SMP yang menjadi korban ledakan mercon di Jalan Irawan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo Kota, kini dalam kondisi yang semakin membaik. Keduanya, YD dan DM, dirawat secara intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo sejak Rabu tengah malam, 28 Mei 2025.
Humas RSUD dr. Harjono, Sugianto, menjelaskan bahwa kedua pasien berjenis kelamin laki-laki dan berusia 14 tahun, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya akibat ledakan tersebut.
“YD mengalami luka bakar sekitar 19 persen. Terdapat luka di kelopak mata sebelah kanan, tangan kiri, dan kaki kiri. Sementara DM mengalami luka bakar sekitar 9 persen di area sensitif, yakni bagian kelamin,” ujar Sugianto saat ditemui di ruang humas rumah sakit, Jumat (30/5).
Ia menambahkan bahwa pada Kamis lalu, tim medis telah melakukan pembersihan luka bakar pada kedua pasien. Hingga saat ini, keduanya masih dirawat secara intensif oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis bedah dan dokter spesialis mata.
“Kami terus memantau kondisi mereka. Meski nanti sudah diperbolehkan pulang, perawatan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan di rumah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sugianto juga mengungkapkan bahwa perawatan kedua pasien tidak dapat ditanggung oleh BPJS. “Berdasarkan ketentuan, kasus ini tidak termasuk yang dapat dibiayai oleh BPJS,” katanya.
Sebelumnya, warga di sekitar Jalan Irawan dikejutkan oleh ledakan keras yang terjadi pada Rabu malam, 28 Mei 2025. Suara ledakan terdengar hingga radius lebih dari 500 meter. Ledakan berasal dari petasan rakitan yang meledak di halaman rumah milik Ismi, salah satu warga setempat.
Insiden itu tidak hanya merusak sebagian bangunan rumah, tetapi juga menyebabkan lima siswa SMP kelas 1 mengalami luka-luka, dua di antaranya mengalami luka cukup serius dan dilarikan ke rumah sakit.



