
Nasib nahas menimpa Bani (60), warga Dukuh Keling, Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Ia dilaporkan hilang setelah terbawa arus sungai saat hendak menyeberang pada Senin sore (19/5). Hingga Selasa siang, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo masih melakukan upaya pencarian.
Menurut keterangan saksi mata sekaligus anak korban, Ginanti, ayahnya saat itu pulang dari bekerja di sawah milik orang lain. Meski sudah ditawari menantunya untuk pulang naik motor, korban memilih jalan pintas dengan menyeberangi sungai yang arusnya sedang deras.
“Sebenarnya sudah ditawari naik motor, tapi bapak milih lewat sungai karena lebih dekat. Bapak sempat berenang sampai ke tepian, tapi malah terseret arus deras dan hilang,” ungkap Ginanti dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan orang hanyut.
“Tim kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban,” jelas Agung.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan dengan menyusuri aliran sungai sejauh beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak memaksakan menyeberang sungai saat debit air tinggi, terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem yang masih berlanjut hingga akhir bulan.



