
Tanah longsor menimpa rumah Kepala Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu (17/5/2025). Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.
Keempat korban adalah Endah Mayasari (43), istri Kepala Desa Supriyanto, Meysa Prinda Aszahra (9), putri mereka, serta dua tamu bernama Untari (43) dan Sarilah (68). Sebagian besar korban mengalami pusing, nyeri pinggang, dan memar. Sementara itu, putri pemilik rumah mengalami luka robek pada kaki yang harus dijahit.
Kepala Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD wilayah Ngebel, Suwandi, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, rumah milik Pak Supriyanto di Dukuh Semenok RT 02 RW 02 Desa Ngebel tertimpa longsor dari tebing yang berada di belakang rumah,” ujar Suwandi saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa longsor terjadi dua kali. “Longsor pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan menimpa ruang tamu. Kemudian terjadi longsor susulan sekitar pukul 17.00 WIB yang mengenai bagian dapur,” jelasnya.
Menurutnya, saat kejadian pemilik rumah dan para tamu sedang berada di dapur. “Beruntung luka-lukanya ringan. Mereka diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan,” tambah Suwandi.
Ia juga menyebutkan bahwa wilayah Ngebel saat itu diguyur hujan deras dengan durasi cukup lama, yang diduga menjadi penyebab longsor.
Sementara itu, Hadi Susanto dari TRC BPBD Kabupaten Ponorogo menambahkan bahwa warga bersama petugas melakukan kerja bakti pada Minggu pagi untuk membersihkan material longsoran.
“Tebing yang longsor memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan lebar 15 meter,” ungkap Hadi. Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor. “Kami harap masyarakat berhati-hati karena curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya.



