
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei 2025 membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha persewaan baju adat di Ponorogo. Permintaan terhadap kebaya dan pakaian penadon melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Selly, salah satu pengusaha persewaan baju adat asal Kecamatan Slahung, mengaku kewalahan melayani permintaan yang datang dari berbagai sekolah. Ia menyebutkan, dalam sehari, sedikitnya 175 setel baju telah disewa oleh para pelajar.
“Alhamdulillah, hari ini keluar 175 setel. Sejak ada instruksi dari Bupati agar seluruh lembaga pendidikan mengenakan pakaian adat pada Hardiknas, permintaan langsung melonjak,” ujar Selly saat ditemui di tokonya, Kamis (2/5).
Instruksi tersebut mewajibkan siswa, guru, hingga tenaga kependidikan untuk mengenakan kebaya bagi perempuan dan penadon bagi laki-laki dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional.
Selly menambahkan, dalam dua tahun terakhir, momen peringatan hari besar nasional selalu menjadi peluang emas bagi usahanya.
“Kemarin waktu Hari Kartini juga ramai, tapi tetap lebih banyak saat Hardiknas ini,” ungkapnya.
Soal tarif, ia menyebutkan harga sewa satu setel baju dikenakan Rp75 ribu, sedangkan atasan saja seharga Rp35 ribu.
Menariknya, pelanggan tidak hanya datang dari wilayah Slahung dan sekitarnya.
“Banyak juga yang dari kota. Katanya, di kota sudah banyak tempat sewa yang close order karena penuh,” tambah Selly.
Fenomena ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan lembaga pendidikan di Ponorogo dalam memeriahkan Hardiknas, sekaligus menjadi momentum positif bagi pelaku UMKM lokal.



