
Sebuah ekskavator (bego) atau kapal keruk yang tengah digunakan untuk proyek pengerukan tanah di Dusun Ngemplak, Desa Sawoo, Kabupaten Ponorogo, terbakar hebat pada Senin (28/4/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Pemkab Ponorogo, Bambang Supeno, yang turun langsung ke lokasi, menjelaskan bahwa korsleting terjadi pada jalur kelistrikan di bagian belakang alat berat tersebut. Percikan api kemudian menyambar jalur bahan bakar (solar), sehingga api cepat membesar dan membakar seluruh bodi ekskavator.
“Dipastikan alat itu tidak bisa beroperasi lagi karena 90 persen bagian tubuhnya rusak total akibat kebakaran,” ungkap Bambang.
Ia menambahkan, jarak yang cukup jauh antara Markas Komando (Mako) Damkar dengan lokasi kejadian membuat proses pemadaman terlambat. Di sisi lain, para pekerja yang ada di lokasi proyek juga tidak bisa berbuat banyak karena minimnya sumber air di sekitar area.
“Ketika mobil pemadam kebakaran tiba, si jago merah masih menyala-nyala dan hampir seluruh bodi ekskavator sudah hangus terbakar,” tambahnya.
Informasi pertama kali diterima dari Rohim, operator bego asal Paron, Ngawi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, pihak Damkar masih belum dapat memastikan total kerugian akibat insiden tersebut.



