Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • April
  • 29
  • Catin Diminta Bawa 10 Bibit Matoa Sebagai Syarat Nikah, Penjual Tanaman Mulai Siapkan Stok Banyak
  • Jelajah

Catin Diminta Bawa 10 Bibit Matoa Sebagai Syarat Nikah, Penjual Tanaman Mulai Siapkan Stok Banyak

Gema Surya FM Selasa 29 April 2025 | 10:46 WIB
matoa

Adanya rencana kebijakan calon pengantin diharapkan membawa 10 bibit pohon matoa jika ingin melangsungkan pernikahan disambut gembira kalangan pengusaha bibit tanaman di Ponorogo.

Simon, salah satu penjual bibit tanaman di Desa Menang, Kecamatan Jambon, menyatakan siap mendukung kebijakan ini jika benar-benar direalisasikan. “Kalau benar kebijakan itu diterapkan, saya siap menyiapkan banyak bibit matoa,” ujarnya.

Meski begitu, Simon mengaku sejauh ini baru mendengar informasi tersebut secara informal. “Saya dengar infonya, tapi untuk kepastiannya masih belum jelas,” katanya. Selama ini, menurut Simon, masyarakat Ponorogo memang kurang familiar dengan pohon matoa, yang dikenal juga sebagai kelengkeng Papua.

“Karena kurang dikenal, saya juga tidak banyak stok. Paling banyak hanya ada sekitar 100 bibit di tempat saya, itu pun lakunya lambat dan biasanya hanya pelanggan tertentu yang mencari,” jelas Simon.

Ia menambahkan, pohon matoa sebenarnya cocok ditanam di wilayah Ponorogo, meskipun membutuhkan lahan yang cukup luas. “Pohon matoa bisa tumbuh besar, tingginya rata-rata 18 meter dengan diameter sampai 100 sentimeter,” terangnya. Simon juga menyebut, pohon matoa biasanya berbuah sekali dalam setahun dengan rasa buah yang mirip kelengkeng.

“Karena batangnya keras, pohon matoa agak sulit dikembangbiakkan dengan tempel mata atau stek. Biasanya ditanam dari biji atau hasil cangkokan,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Kemenag Ponorogo tengah mempersiapkan kebijakan baru sebagai bentuk dukungan terhadap program penghijauan. Calon pengantin nantinya wajib membawa bibit pohon matoa yang kemudian akan ditanam di lingkungan masing-masing.

Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terkait rencana ini. Dipilihnya pohon matoa karena dinilai memiliki daun yang rindang serta akar yang tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Kepala SMK 2 PGRI Ponorogo Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS, Rugikan Negara 25 Milyar
Next: Anjing Liar Resahkan Warga Mojorejo Jetis Ponorogo, Dikabarkan Sempat Gigit Anak Kambing Hingga Mati

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.