Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • April
  • 22
  • Petani Ponorogo Akui, Bawang Merah Asal Luar Pulau Jawa Kualitasnya Lebih Bagus dan Dicari Konsumen
  • Jelajah

Petani Ponorogo Akui, Bawang Merah Asal Luar Pulau Jawa Kualitasnya Lebih Bagus dan Dicari Konsumen

Gema Surya FM Selasa 22 April 2025 | 10:39 WIB
DAr

Sejumlah petani bawang merah di Ponorogo mengeluhkan sulitnya bersaing dengan produk bawang merah dari luar Pulau Jawa. Selain kualitasnya yang dinilai lebih baik, harga bawang dari luar daerah juga lebih murah.

“Bawang dari Sulawesi dan NTB itu warnanya lebih merah, ukurannya besar, kering, dan tahan lama. Harganya pun bisa lebih murah. Jadi kalau sudah masuk Ponorogo, ya pasti pengaruh ke harga bawang lokal,” ujar Darminto, petani bawang merah asal Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Selasa (22/4).

Menurutnya, meski bibit yang digunakan sama-sama berasal dari Nganjuk, hasil panen dari luar pulau justru lebih unggul karena faktor tanah dan kondisi lingkungan.

“Kalau tanah di sana memang cocok. Makanya hasilnya bisa bagus. Kita di sini kadang kalah,” tambahnya.

Darminto menyebutkan, saat ini harga bawang merah di tingkat petani masih bertahan di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, sementara di pengecer bisa mencapai Rp35.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

“Sekarang masih mahal karena brambang dari Sulawesi dan NTB belum masuk. Tapi kalau sudah masuk, biasanya langsung turun harganya,” jelasnya.

Sebagai antisipasi agar harga tetap stabil, para petani punya strategi tersendiri.

“Kita harus pintar lihat musim tanam di luar pulau. Jangan sampai panennya bareng. Kalau bareng, produksi melimpah, harganya pasti jatuh,” pungkas Darminto.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Harga Kelapa Naik, Konsumen Buru Santan Instan Cair, Stok Pedagang Banyak yang Kosong
Next: 3 Tahun Terakhir, Produksi Kelapa di Ponorogo Turun 25 Persen

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.