
Warga Dukuh Sukamakmur, Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, masih diliputi kecemasan pasca rumah milik Sunarto tertimpa batu besar. Pasalnya, di atas bukit masih terdapat batu berukuran raksasa yang dikhawatirkan bisa menggelinding ke bawah dan mengancam rumah lainnya.
Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menunjukkan bahwa ada dua rumah di bawah yang sewaktu-waktu bisa terdampak jika batu kembali longsor. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan pihaknya telah meninjau lokasi dan menemukan potensi bahaya serupa.
“Kami melihat di tebing masih ada beberapa batu yang bisa meluncur sewaktu-waktu dan menimpa rumah di sebelah milik Sunarto,” ujar Masun.
Untuk itu, BPBD akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan apakah wilayah Ngilo-ilo tergolong rawan longsor batuan. “Kami juga menunggu rekomendasi dari PVMBG terkait keamanan wilayah ini jika tetap dijadikan tempat tinggal,” tambahnya.
Menurut pengalaman sebelumnya, PVMBG biasanya akan turun ke lokasi sekitar sepekan setelah menerima surat resmi dari BPBD.
Sebagai informasi, longsor batu tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur Dukuh Sukamakmur pada Sabtu sore, 22 Februari 2025. Batu berukuran jumbo menghantam sebagian rumah Sunarto, menyebabkan kerusakan parah pada bagian dapur, kamar mandi, dan kios. Sejumlah perabotan rumah tangga serta satu unit kendaraan juga tidak dapat diselamatkan.