
Operasi Keselamatan Semeru 2025 resmi berakhir, angka lakalantas turun. (Foto/Dok. Gema Surya)
Operasi Keselamatan Semeru 2025 resmi berakhir pada Ahad, 23 Februari 2025.
Di Ponorogo, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama Operasi Keselamatan Semeru 2025 diklaim menurun dibanding tahun lalu.
AKP Bayu Pratama Sudirno, Kasat Lantas Polres Ponorogo, mengatakan bahwa berdasarkan data di Satlantas selama Operasi Keselamatan Semeru 2025, terdapat 17 kejadian lakalantas.
“Dari jumlah itu (17 kejadian lakalatanas), ada satu korban meninggal dunia, 27 orang mengalami luka ringan, dengan kerugian materi sekitar Rp18 juta,” jelasnya.
Sedangkan pada Operasi Keselamatan Semeru tahun lalu, tercatat ada 20 kejadian lakalantas yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia serta 31 korban luka ringan.
“Untuk kerugian materi sekitar Rp21 juta. Ini berarti terjadi penurunan sebesar 15 persen dibanding operasi sebelumnya,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan jajarannya untuk menekan angka laka lantas, di antaranya dengan rutin menggelar sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat maupun pelajar di sekolah-sekolah.
Berdasarkan perintah satuan tugas operasi keselamatan, operasi ini telah dibagi ke dalam 40 persen preventif, 40 persen preemtif, dan 20 persen penegakan hukum.
Tak hanya itu, kepolisian juga melakukan penegakan dan pengaturan (gaktur) di lapangan. Kegiatan tersebut dilakukan hampir setiap hari selama Operasi Keselamatan Semeru.
Seperti diketahui, Operasi Keselamatan Semeru 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 10 – 23 Februari 2025. (yd/rl/ab)