
Di balik kemenangan para runner yang berhasil meraih juara pertama dalam event RGS FM Ponorogo City Run, Ahad, 23 Februari 2025, terdapat perjuangan dan kerja keras selama beberapa bulan terakhir. Mereka telah mempersiapkan diri secara fisik dan mental dengan selalu latihan rutin. Hal tersebut terbayar sudah dengan senyum kemenangan ketika mereka naik di atas podium untuk mendapatkan penghargaan.
Seperti disampaikan Wartono, peserta asal Blora, Jawa Tengah, yang mendapat juara pertama untuk kategori lari 10 km, sebelum mengikuti kegiatan lomba lari selalu disiplin soal makan, tidur, dan latihan fisik. Karenanya, jauh-jauh datang ke Ponorogo, pulang dengan kemenangan, apalagi selama di Kota Reog harus menginap di hotel.
Hal yang sama dilakukan Anis Fauzia, juara pertama kategori 10 km untuk wanita. Dirinya latihan setiap hari untuk kegiatan tersebut. Kemenangan tersebut bukan kali pertama sebab setiap digelar event serupa, dirinya sering naik ke podium sebagai pemenang.
Bagi Maudi Ayub, runner peraih juara pertama laki-laki kategori 5,7 km, kunci bisa menjadi yang pertama adalah konsisten latihan. Pria asal Blitar yang kuliah di Yogyakarta itu mengaku mengetahui RGS FM Ponorogo City Run dari temannya. Di mana pun tempatnya, ketika ada waktu luang, selalu ikut untuk mengasah kemampuannya di bidang olahraga lari. Yang terpenting bukan hadiah yang dikejar, namun semata-mata demi kesehatan.
Hal senada juga diungkapkan Fitria, pelari juara pertama kategori 5,7 km. Ia mengaku senang dan bersyukur bisa menjadi yang pertama dalam event RGS FM Ponorogo City Run. Latihan selama 1,5 bulan seakan terbayarkan sehingga menjadi penyemangatnya. Harapannya, di Ponorogo sering diadakan kegiatan serupa.