Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Januari
  • 23
  • Dinkes Sesalkan Fogging Mandiri Pakai Obat “Ngawur” Asal Keluarkan Asap Warga Sudah “Marem”
  • Headline
  • Jelajah

Dinkes Sesalkan Fogging Mandiri Pakai Obat “Ngawur” Asal Keluarkan Asap Warga Sudah “Marem”

Gema Surya FM Kamis 23 Januari 2025 | 11:54 WIB
Asap

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo menyesalkan pandangan sebagian warga yang menganggap fogging (pengasapan) sebagai solusi utama penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Fogging yang menggunakan obat malation dinilai tidak efektif tanpa disertai dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, dan langkah tambahan seperti penggunaan larvasida).

Bahkan banyak laporan nyamuk justru merajalela pasca difogging sehingga warga yang kena DBD jumlahnya makin banyak. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, menekankan bahwa warga seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dengan Puskesmas jika ingin melakukan fogging.

Selain disiapkan obat dan dosis yang tepat juga tenaga yang sudah profesional. Selain itu harus dilakukan survey dahulu, apakah lokasi tsb memenuhi syarat untuk difogging.

Anik menjelaskan, jika fogging dilakukan di lokasi yang tidak memenuhi syarat, hal itu justru dapat menyebabkan nyamuk menjadi kebal (resistensi). Selain itu, fogging yang tidak tepat sasaran dapat dilakukan di area yang sebenarnya tidak berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Lebih lanjut, Anik menyayangkan tindakan fogging mandiri yang dilakukan oleh sebagian warga. Mereka menggunakan obat-obatan yang tidak sesuai, seperti obat pertanian atau insektisida rumah tangga, yang hanya menghasilkan asap tetapi tidak efektif membunuh nyamuk dewasa.

Ironisnya, warga masih percaya bahwa asap tebal menjadi indikator keberhasilan fogging.

Dinas Kesehatan telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Namun, tantangan masih besar dalam menyadarkan warga bahwa PSN dan 3M Plus jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan fogging. 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Dua Hari Terendam Banjir, 30 Hektar Tanaman Padi di Desa Purworejo Balong Tak Terselamatkan
Next: Rusak Parah, Warga Krangkungan Paringan Jenangan, Tutup Jalan dengan Pohon Pisang

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.